Mau berubah.. ??? Datanglah ke Seorang Dukun
23 Juli 2012 pukul 11:00
Tersebutlah
disebuah kota di jawat tengah kota Tegal, seorang yang teramat nakal
dan preman, kemaksiatan apa yang belum dia lakukan di kota-nya, hampir
semua ia lakukan. orang tersebut bernama Darto. sudah banyak kyai dan
ustadz yang menasehatinya agar kembali kepada jalan Allah swt. nyatanya
nasehat-nasehat masuk dari telinga kiri keluar telinga kanan. tetapi ada
sebuah kehebatan dari orang ini. dia sangat percaya dengan yang namanya
dukun.
Satu saat temennya satu kota ingin sekali mengajak
di Darto untuk sadar dan meninggalkan kemaksiatan dan kejahatannya.
Maka sang temen sholeh ini datang kepada Darto. To.. !! ente mau gak
saya ajak menemui seseorang?. Siapa ?? Kata Darto sambil kaget, tumben
temennya yang rajin ke mesjid ini ngajak dirinya menemui seseorang.
Dan
kawan yang sholeh itu menjawab. "Dukun Sakti Mandraguna" !!. Darto :
bener nih?? dari sekian dukun yang saya datangin masih ada yang lebih
sakti ??". maka singkat cerita. darto sepakat untuk menemui sang dukun
tersebut. dan akhirnya mereka berdua berangkat dan darto sebagai
sopirnya menuju tempat dimana sang dukun berada. dan seperti biasanya si
Darto membawa mobil sambil mabok (nyekek botol).
Maka
sampailah disebuah tempat dukun, tepatnya sebuah kampung di kota
Tasikmalaya. setelah masuk ditempat area parkir dan terlihatlah sebuah
masjid dan banyak orang-orang lalu lalang memakai kopiah dan mukena,
rupannya mereka pada mau sholat. dan si Darto complain. " eh.. yang
bener aja. enta bawa saya kesini. ini kaya pesantren. ada masjid segala
lagi?"..
Temannya bilang :"santai saja kawan !!, itu emang
masjid (sambil menunjuk masjid). tetapi disebelahnya itu adalah rumah,
nah itulah rumah si Dukun. maka si Darto mangguk-mangguk sambil bingung
gak percaya. maka temennya pergi menemui seorang dukun yang dimaksud
didalam rumah sebelah masjid. dan si darto tetap menunggu di mobil
dengan alasan belum percaya kata-kata temennya masa dukun disampingnya
ada masjid dan dia juga merasa tanggung belum habis minumannya.
Setelah
kawannya bertemu si Dukun, yang memang sebenernya adalah Guru
spiritualnya sendiri. dia mau pamitan untuk kembali menemui si darto.
maka tiba-tiba tanpa diberitahu Sang Guru Spiritual bilang. " itu
kawanmu di mobil suruh kesini.. saya mau ketemu dia" !!. baik Guru.. "
Kata murid patuh tersebut.
Maka temennya datang ke si
Darto." To.. ente di panggil tuh sama si Dukun. si darto kaget." yang
bener ???"".... Temennya : bener to.., dia tau saya bawa ente kesini.
padahal saya gak bilang ada ente. kan ente-nya gak mau nemuin si mbah
dukun. ente gak percaya sama saya. Kata si darto dalam hatinya, "kalo
emang bene..? r hebat amat nih si Dukun, pasti sakti.. karena penasaran
akhirnya si darto keluar dari mobil dan menuju rumah si Dukun. dan botol
mimuman setianya dia bawa dan diletakkan di depan masjid.
Setelah
Darto masuk ke dalam rumah (Madrasah Guru Spiritual) bersama temennya,
Sang Guru yang sedang duduk diatas kursi tersenyum dengan ramahnya. dan
si Darto langsung terpana dan terpesona dengan senyuman sang Guru.
seolah senyumannya menghunjam dalam qalbu. mendesirlah seluruh aliran
darah si darto, dan bergetarlah tubuh si darto. dan diapun mendekat
setelah sang guru memanggilnya. dan si Darto salaman sama sang Guru
sambil tetap melotot menatap mata Guru tersebut yang tetap tersenyum.
Beberapa
detik kemudian, sang Guru menundukkan kepala si Darto dengan tangan
kirinya. dan darto langsung tertunduk dan diajarkanlah langsung pada
qalbu Darto sebuah kalimat dzikir. di install-lah qalbu Darto dengan
kalimat "Laa Ilaa Ha Illalloh". proses yang teramat singkat tersebut
Darto hanya nurut dan diapun tidak berkata apa apa.
Setelah
selesai tanpa berkata-kata, maka sang Guru Spiritual mengatakan.
silahkan pulang, selamat selamat. maka Darto dan temennya pun pulang.
sepanjang perjalanan pulang Darto hampir banyak diam. hati dia terus
bergejolak dan seolah ada keanehan yang muncul dalam dirinya. dia pun
banyak berbicara dengan dirinya.
Sesampai di rumah,
seperti biasa Darto melakukan aktivitas seperti biasanya. kemaksiatan
dan kejahatan di kampungnya yang merupakan kampung yang telah menjadi
kota sebagai tempat pariwisata terkenal. anak buahnya selalu mendukung
dalam melancarkan strategi kemaksiatan Darto. tetapi disisi lain
perasaan dan keanehan dalam diri si Darto selalu ada ketika dia
melakukan kemaksiatan dan kejahatannya.
Maka hari
berganti, minggu berganti dan bulan berganti. dan tentunya singkat
cerita. si Darto bosan berbuat maksiat dan kejahatan. sudah ada perasaan
malas dan hambar ketika mabuk, berzina dan judi. maka diapun akhirnya
meninggalkan semuanya dan mulai tertarik kepada ibadah. dan dia datangi
temennya untuk belajar sholat sekaligus menanyakan amalan yang waktu
diberikan sama Dukun dulu. sebuah kalimat Dzikir "Laa Ilaa Ha Illalloh"
dan dzikir dalam qalbu. maka temennya mengajarkan dengan tekun sampai
si darto bener-bener menjadi berubah dan taubat. dan tentunya gegerlah
orang-orang dikampung Darto bahwa si preman telah taubat.
Dan
Darto pun akhirnya sering datang ke Dukun tersebut, bahkan membawa
rombongan temen-temanya. dan disamping rumahnya dijadikanlah sebuah
masjid sebagai tempat halaqoh dzikir.dan diapun rajin tahajud dan
membina masyarakat terutama generasi mudanya. dan diapun sekarang telah
menjadi orang penting sebagai pengurus pariwisata di kota jateng.
Demikianlah
kalo sang guru spiritual menasehati, tidak melalui mulut, kata-kata dan
ceramah. cukup sentuh qalbu-nya dan install dengan kalimat-kalimat
agung. libatkan Allah dalam merubah manusia sebejat apapun. maka secara
otomatis berjalanlah dengan sendirinya Kun fayakun Allah. Maka Darto
sang preman berubah menjadi manusia sholeh. subhanallooh... (salam
Spiritual Thinking)