Sabtu, 28 Desember 2013

komunikasi persuasif

pengertian komunikasi Persuasif menurut para ahli

  • Komunikasi persuasif adalah komunikasi yang bertujuan untuk mengubah atau mempengaruhi kepercayaan, sikap, dan perilaku seseorang sehingga bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh komunikator 
  • komunikasi persuasif, yaitu komunikasi yang bersifat mempengaruhi audience atau komunikannya, sehingga bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh komunikator. 
    K. Andeerson, komunikasi ersuasive didefinisikan sebagai perilaku komunikasi yang mempunyai tujuan mengubah keyakinan, sikap atau perilaku individu atau kelompok lain melalui transmisi beberapa pesan.
     http://setiawansandisijalu.blogspot.com
    R. Bostrom bahwa komunikasi persuasif adalah perilaku komunikasi yang bertujuan mengubah, memodifikasi atau membentuk respon (sikap atau perilaku) dari penerima.
     http;//setiawansandisijalu.blogspt.com
    Komunikasi persuasif adalah upaya seseorang dalam mengkomunikasikan pesan kepada orang lain yang sikapnya ingin diubah atau dibentuk dan dirubah pola pikirnya (doktrinisasi).
    Komunikasi persuasif adalah perilaku komunikasi yang bertujuan mengubah, memodifikasi atau membentuk respon (sikap atau perilaku) dari penerima
    komunikasi persuasi ialah kemampuan komunikasi yang dapat membujuk atau mengarahkan orang lain.
    Warrant, bahwa komunikasi persuasif  yaitu perintah yang dibungkus dengan  ajakan atau bujukan sehingga terkesan tidak memaksa.
    Burgon & Huffner (2002) meringkas beberapa pendapat dari beberapa ahli mengenai definisi komunikasi persuasi sebagai berikut;
    1. Proses komunikasi yang bertujuan mempengaruhi pemikiran dan pendapat orang lain agar menyesuaikan pendapat dan keinginan komunikator. 
    2. Proses komunikasi yang mengajak atau membujuk orang lain dengan tujuan mengubah sikap, keyakinan dan pendapat sesuai keinginan komunikator. Pada definisi ini ‘ajakan’ atau ‘bujukan’ adalah tanpa unsur ancaman/ paksaan. 
    • Bila kita merujuk kepada definisi komunikasi persuasi tersebut maka komunikasi persuasi tentunya tanpa aspek agresi. Oleh karena itu, komunikasi persuasi termasuk dalam pola komunikasi yang asertif. Terkadang kita lebih suka melakukan agresi kepada diri kita sendiri (baca: mendholimi diri sendiri). Contoh: belajar dengan SKS (Sistem Kebut Semalam), menunda makan, merokok, maniak games dan lain sebagainya. Tetapi mungkin dengan orang lain, kita lebih mampu menyayanginya, misalnya rela mati untuk orang yang kita kasihi. Berdasarkan analog semacam itu maka komunikasi persuasi kepada diri kita sendiri akan lebih sulit daripada persuasi kepada orang lain. Kenapa? Ya, karena kita lebih senang menganiaya diri sendiri sehingga sulit untuk mempersuasi diri sendiri. Bukankah persuasi bukan paksaan, bukan ancaman dan bukan pula dengan kekerasan (agresi).

Senin, 23 Desember 2013

kumpulan judul skripsi pai

setiawansandisijalu.blogspot.com berikut ini kumpulan Judul Skripsi yang bersumber dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah  sejak tahun 2005-2010. Judul-judul Skripsi Jurusan Tarbiyah (pendidikan) Program Studi Pendidikan Agama Islam. semoga bisa menjadi referensi dalam penyusunan Skripsi Pendidikan khususnya Prodi PAI.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motif Orang Tua Menyekolahkan Anak ke MTsN Manna sebagai Tempat Pendidikan di Wilayah Kec. Manna
  1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Baca Siswa terhadap Buku-buku Perpus-takaan di SMPN 4 Kota Manna Bengkulu Selatan
  1. Problematika Pelaksanaan Kegiatan Bim-bingan Ibadah di Panti Sosial Tresna Werdha Amanah Kota Manna Kab. Bengkulu Selatan
  1. Hubungan Kemampuan Komunikasi Ke-pala Sekolah dengan Disiplin Kerja Guru di MIN Pematang Bangau Manna Kab. Bengkulu Selatan
  1. Hubungan Perhatian Orang Tua terhadap Akhlak Siswa Kelas III di SMPN 6 Manna Bengkulu Selatan
  1. Hubungan Kemampuan Guru dalam Pengelolaan Kelas dengan Interaksi Belajar Mengajar di SMA PGRI Kota Manna Kab. Bengkulu Selatan
  1. Hubungan Perhatian Orang Tua terhadap Kebutuhan Pendidikan Anak dengan Keaktifan Belajar Anak di Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) At-Taqwa Masjid Jamik Manna Bengkulu Selatan
  1. Hubungan Tanggung Jawab Guru dalam Melaksanakan Tugas terhadap Prestasi Belajar Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Manna Bengkulu Selatan
  1. Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Pelaksanaan Ibadah Masyarakat Desa Padang Beriang Kec. Pino Raya Kab. Bengkulu Selatan
  1. Problematika yang Mempengaruhi Proses Belajar Mengajar Bahasa Arab di MAN Kota Manna Kab. Bengkulu Selatan
  1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Ibu-ibu Mengikuti Pengajian di Desa Keban Agung I Kedurang
  1. Hubungan Motivasi Belajar dengan Keber-hasilan Pendidikan Anak pada Keluarga Single Parent di Kec. Kaur Utara Kab. Kaur
  1. Pandangan Islam terhadap Pendidikan Seumur Hidup dalam Kajian Filosofis
  1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesu-litan dalam Belajar Seni Baca Al-Qur’an di TPQ Ar-Rahman Tanjung Iman Kaur Tengah Kab. Kaur
  1. Profesionalisme Guru (Hubungan antara Pelaksanaan Supervisi Kepala Madrasah dengan Profesionalisme Guru pada MA Al-Quraniyah Manna
  1. Hubungan Lingkungan Belajar dengan Semangat Belajar pada Anak di MTs Palak Siring Kedurang Bengkulu Selatan
  1. Peran Orang Tua terhadap Prestasi Belajar dan Pembentukan Kepribadian Islami Anak
  1. Studi Komparatif Hasil Pembelajaran Menggunakan Media Interaktif dan Tidak Menggunakan Media Interaktif di Kelas II SMA I Kota Manna
  1. Kepribadian Guru Menurut Konsep Islam
  1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesu-litan Anak dalam Belajar Agama di SD 12 Sukamaju Air Nipis Bengkulu Selatan
  1. Kontribusi Pelajaran Tahsinul Khat terha-dap Prestasi Belajar Al-Qur’an Hadits pada Siswa MTs Al-Quraniyah Manna Bengkulu Selatan
  1. Hubungan Persepsi Siswa terhadap Sikap Guru dalam Interaksi Belajar Mengajar dengan Motivasi Belajar pada Mata Pela-jaran Aqidah Akhlak di MTs Al-Qurani-yah Manna Bengkulu Selatan
  1. Studi Korelasi Prestasi Belajar Mata Pelajaran PPKn dengan Perilaku Sopan Siswa SDN Padang Kurawan Kec. Pino Raya Kab. Bengkulu Selatan
  1. Hubungan Perhatian Orang Tua terhadap Ibadah Anak dalam Membentuk Akhlak pada Siswa MA Al-Quraniyah Manna Bengkulu Selatan
  1. Hubungan Kemampuan Guru dalam Mengelola Kelas terhadap Peningkatan Minat Belajar Siswa dalam Penerapan KBK di MA Al-Quraniyah Manna Beng-kulu Selatan
  1. Peran dan Kopetensi Guru Dalam Menciptakan Situasi Belajar Mengajar Yang Efektif.
  1. Pendidikan Agama Islam Dalam Lingkungan Keluarga (Studi Tentang Perhatian Orang Tua Terhadap PAI ) di Desa Dusun Baru Seginim Bengkulu Selatan
  1. Meningkatkan Kecerdasan Sepiritual (SQ) Anak Dalam Pembelajaran Dengan Pendekatan Asmaul Husna di SDIT Al-Qalam Kota Manna
  1. Peranan Guru Bimbingan dan Konseling Terhadap Perubahan Akhlak Siswa di Madrasah Aliyah Al-Quraniyah Kota Manna
  1. Pengaruh Tayangan Televisi Terhadap Motivasi Belajar Aqidah Akhlak Siswa MTs. Al-Quraniyah Manna Bengkulu Selatan
  1. Peran dan Kopetensi Guru Dalam Menciptakan Situasi Belajar-Mengajar Yang Efektif
  1. Hubungan Tingkat Pendidikan Orang Tua Terhadap Kemampuan Anak Bermasyarakat di Dusun Suka Daya Kec. Air Nipis
  1. Hubungan Kedisiplinan Mengikuti Pelajaran Pendidikan Agama Islam Terhadap Perubahan Tingkah laku Siswa Dalam Menjalankan Ibadah (Kasus Siswa Kelas VII IPS 2 SMU PGRI Manna
  1. Hubungan Suasana Keagamaan Dalam Lingkungan Keluarga Dengan Akhlak Anak di Desa Jambat Akar Kec. Semidang Alas Maras Kab. Seluma
  1. Pengaruh Pengawasan Pergaulan Anak Oleh Orang Tua Terhadap Akhlak Siswa
  1. Hubungan Antara Pengawasan Dengan Kedisiplinan Anak Dalam Melaksanakan Ibadah Sholat (Studi Pada Asrama Putri Pondok Pesantren Al-Quraniyah
  1. Hubungan Komunikasi Guru PAI Terhadap Tingkat Pemahaman Siswa Dalam Pembelajaran PAI. (Studi Kelas VII SMPN 2 Maje Kab. Kaur
  1. Pengaruh Pemahaman Pendidikan Agama Terhadap Kerukunan Antar Umat Beragama (Islam dan Kristen) di Desa Palak Bengkerung Kecamatan Air Nipis Bengkulu Selatan
  1. Korelasi Antara Prestasi Belajar PKN dan PAI Dengan Tingkah Laku Siswa Kelas 6 di SD Negeri 21 Kota Manna
  1. Hubungan Kreativitas Guru Dengan Daya Serap Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)
  1. Faktor Yang Mempengaruhi Partipasi Orang Tua Dalam Menjalakan Peran Pendidikan Anak
  1. Peran Guru Pendidikan Agama Islam Sebagai Motivator Dalam Menanggulangi Kenakalan Siswa SMAN 3 Kota Manna
  1. Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perkembangan Potensi Diri Anak
  1. Studi Komperatif Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Antara Yang Menggunakan Metode Tugas Kelompok Pada Siswa Kelas VIII dan IX di SMPN 3 Manna
  1. Peran dan Kopetensi Guru Dalam Menciptakan Situasi Belajar Mengajar Yang Efektif
  1. Pendidikan Agama Islam Dalam Lingkungan Keluarga (Studi Tentang Perhatian Orang Tua Terhadap PAI ) di Desa Dusun Baru Seginim Bengkulu Selatan
  1. Meningkatkan Kecerdasan Sepiritual (SQ) Anak Dalam Pembelajaran Dengan Pendekatan Asmaul Husna di SDIT Al-Qalam Kota Manna
  1. Peranan Guru Bimbingan dan Konseling Terhadap Perubahan Akhlak Siswa di Madrasah Aliyah Al-Quraniyah Kota Manna
  1. Pengaruh Tayangan Televisi Terhadap Motivasi Belajar Aqidah Akhlak Siswa MTs. Al-Quraniyah Manna Bengkulu Selatan
  1. Peran dan Kopetensi Guru Dalam Menciptakan Situasi Belajar-Mengajar Yang Efektif
  1. Hubungan Tingkat Pendidikan Orang Tua Terhadap Kemampuan Anak Bermasyarakat di Dusun Suka Daya Kec. Air Nipis
  1. Hubungan Kedisiplinan Mengikuti Pelajaran Pendidikan Agama Islam Terhadap Perubahan Tingkah laku Siswa Dalam Menjalankan Ibadah (Kasus Siswa Kelas VII IPS 2 SMU PGRI Manna
  1. Hubungan Suasana Keagamaan Dalam Lingkungan Keluarga Dengan Akhlak Anak di Desa Jambat Akar Kec. Semidang Alas Maras Kab. Seluma
  1. Pengaruh Pengawasan Pergaulan Anak Oleh Orang Tua Terhadap Akhlak Siswa
  1. Hubungan Antara Pengawasan Dengan Kedisiplinan Anak Dalam Melaksanakan Ibadah Sholat (Studi Pada Asrama Putri Pondok Pesantren Al-Quraniyah
  1. Hubungan Komunikasi Guru PAI Terhadap Tingkat Pemahaman Siswa Dalam Pembelajaran PAI. (Studi Kelas VII SMPN 2 Maje Kab. Kaur
  1. Pengaruh Pemahaman Pendidikan Agama Terhadap Kerukunan Antar Umat Beragama (Islam dan Kristen) di Desa Palak Bengkerung Kecamatan Air Nipis Bengkulu Selatan
  1. Korelasi Antara Prestasi Belajar PKN dan PAI Dengan Tingkah Laku Siswa Kelas 6 di SD Negeri 21 Kota Manna
  1. Hubungan Kreativitas Guru Dengan Daya Serap Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)
  1. Faktor Yang Mempengaruhi Partipasi Orang Tua Dalam Menjalakan Peran Pendidikan Anak
  1. Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perkembangan Potensi Diri Ana
  1. Studi Komperatif Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Antara Yang Menggunakan Metode Tugas Kelompok Pada Siswa Kelas VIII dan IX di SMPN 3 Manna
  1. Peran Guru Pendidikan Agama Islam Sebagai Motivator Dalam Menanggulangi Kenakalan Siswa SMAN 3 Kota Manna

Senin, 16 Desember 2013

kisah cerita rakyat

Mau berubah.. ??? Datanglah ke Seorang Dukun

23 Juli 2012 pukul 11:00
 
Tersebutlah disebuah kota di jawat tengah kota Tegal, seorang yang teramat nakal dan preman, kemaksiatan apa yang belum dia lakukan di kota-nya, hampir semua ia lakukan. orang tersebut bernama Darto.  sudah banyak kyai dan ustadz yang menasehatinya agar kembali kepada jalan Allah swt. nyatanya nasehat-nasehat masuk dari telinga kiri keluar telinga kanan. tetapi ada sebuah kehebatan dari orang ini. dia sangat percaya dengan yang namanya dukun.

Satu saat temennya satu kota ingin sekali mengajak di Darto untuk sadar dan meninggalkan kemaksiatan dan kejahatannya. Maka sang temen sholeh ini datang kepada Darto. To.. !! ente mau gak saya ajak menemui seseorang?. Siapa ?? Kata Darto sambil kaget, tumben temennya yang rajin ke mesjid ini ngajak dirinya menemui seseorang.

Dan kawan yang sholeh itu menjawab. "Dukun Sakti Mandraguna" !!. Darto : bener nih?? dari sekian dukun yang saya datangin masih ada yang lebih sakti ??". maka singkat cerita. darto sepakat untuk menemui sang dukun tersebut. dan akhirnya mereka berdua berangkat dan darto sebagai sopirnya menuju tempat dimana sang dukun berada. dan seperti biasanya si Darto membawa mobil sambil mabok (nyekek botol).

Maka sampailah disebuah tempat dukun, tepatnya sebuah kampung di kota Tasikmalaya. setelah masuk ditempat area parkir dan terlihatlah sebuah masjid dan banyak  orang-orang lalu lalang memakai kopiah dan mukena, rupannya mereka pada mau sholat. dan si Darto complain. " eh.. yang bener aja. enta bawa saya kesini. ini kaya pesantren. ada masjid segala lagi?"..

Temannya bilang :"santai saja kawan !!, itu emang masjid (sambil menunjuk masjid). tetapi disebelahnya itu adalah rumah, nah itulah rumah si Dukun. maka si Darto mangguk-mangguk sambil bingung gak percaya. maka temennya pergi menemui seorang dukun yang dimaksud didalam rumah sebelah masjid. dan si darto tetap menunggu di mobil dengan alasan belum percaya kata-kata temennya masa dukun disampingnya ada masjid dan dia juga merasa tanggung belum habis minumannya.

Setelah kawannya bertemu si Dukun, yang memang sebenernya adalah Guru spiritualnya sendiri. dia mau pamitan untuk kembali menemui si darto. maka tiba-tiba tanpa diberitahu Sang Guru Spiritual bilang. " itu kawanmu di mobil suruh kesini.. saya mau ketemu dia" !!. baik Guru.. " Kata murid patuh tersebut.

Maka temennya datang ke si Darto." To.. ente di panggil tuh sama si Dukun. si darto kaget." yang bener ???"".... Temennya : bener to.., dia tau saya bawa ente kesini. padahal saya gak bilang ada ente. kan ente-nya gak mau nemuin si mbah dukun. ente gak percaya sama saya. Kata si darto dalam hatinya, "kalo emang bene..? r hebat amat nih si Dukun, pasti sakti.. karena penasaran akhirnya si darto keluar dari mobil dan menuju rumah si Dukun. dan botol mimuman setianya dia bawa dan diletakkan di depan masjid.

Setelah Darto masuk ke dalam rumah (Madrasah Guru Spiritual) bersama temennya, Sang Guru yang sedang duduk diatas kursi tersenyum dengan ramahnya. dan si Darto langsung terpana dan terpesona dengan senyuman sang Guru. seolah senyumannya menghunjam dalam qalbu. mendesirlah seluruh aliran darah si darto, dan bergetarlah tubuh si darto. dan diapun mendekat setelah sang guru memanggilnya. dan si Darto salaman sama sang Guru sambil tetap melotot menatap mata Guru tersebut yang tetap tersenyum.

Beberapa detik kemudian, sang Guru menundukkan kepala si Darto dengan tangan kirinya. dan darto langsung tertunduk dan diajarkanlah langsung pada qalbu Darto sebuah kalimat dzikir. di install-lah qalbu Darto dengan kalimat "Laa Ilaa Ha Illalloh". proses yang teramat singkat tersebut Darto hanya nurut dan diapun tidak berkata apa apa.

Setelah selesai tanpa berkata-kata, maka sang Guru Spiritual mengatakan. silahkan pulang, selamat selamat. maka Darto dan temennya pun pulang. sepanjang perjalanan pulang Darto hampir banyak diam. hati dia terus bergejolak dan seolah ada keanehan yang muncul dalam dirinya. dia pun banyak berbicara dengan dirinya.

Sesampai di rumah, seperti biasa Darto melakukan aktivitas seperti biasanya. kemaksiatan dan kejahatan di kampungnya yang merupakan kampung yang telah menjadi kota sebagai tempat pariwisata terkenal. anak buahnya selalu mendukung dalam melancarkan strategi kemaksiatan Darto. tetapi disisi lain perasaan dan keanehan dalam diri si Darto selalu ada ketika dia melakukan kemaksiatan dan kejahatannya.

Maka hari berganti, minggu berganti dan bulan berganti. dan tentunya singkat cerita. si Darto bosan berbuat maksiat dan kejahatan. sudah ada perasaan malas dan hambar ketika mabuk, berzina dan judi. maka diapun akhirnya meninggalkan semuanya dan mulai tertarik kepada ibadah. dan dia datangi temennya untuk belajar sholat sekaligus menanyakan amalan yang waktu diberikan sama Dukun dulu. sebuah kalimat Dzikir "Laa Ilaa Ha Illalloh"  dan dzikir dalam qalbu. maka temennya mengajarkan dengan tekun sampai si darto bener-bener menjadi berubah dan taubat. dan tentunya gegerlah orang-orang dikampung Darto bahwa si preman telah taubat.

Dan Darto pun akhirnya sering datang ke Dukun tersebut, bahkan membawa rombongan temen-temanya. dan disamping rumahnya dijadikanlah sebuah masjid sebagai tempat halaqoh dzikir.dan diapun rajin tahajud dan membina masyarakat terutama generasi mudanya. dan diapun sekarang telah menjadi orang penting sebagai pengurus pariwisata di kota jateng.

Demikianlah kalo sang guru spiritual menasehati, tidak melalui mulut, kata-kata dan ceramah. cukup sentuh qalbu-nya dan install dengan kalimat-kalimat agung. libatkan Allah dalam merubah manusia sebejat apapun. maka secara otomatis berjalanlah dengan sendirinya Kun fayakun Allah. Maka Darto sang preman berubah menjadi manusia sholeh. subhanallooh... (salam Spiritual Thinking)

Sang Ibu bersama 15 Paranormal


Satu bulan lalu dari artikel ini ditulis, datang seorang ibu dan mengeluhkan permasalahannya bahwa selama tiga tahun dirinya didatangi bayangan-bayangan aneh sepanjang malam dan ini cukup menakutkan dan membuat dirinya prustasi dan hampir bunuh diri, dan siang pun kadang di datangi ketika sedang sepi dan sendiri. dan ketika ditanya sudah sejauh apa usaha ibu untuk mendapatkan pengobatan.

Dan sang Ibu pun bersama suaminya bercerita, selama itu pula dia mendatangi banyak paranormal, dukun bahkan kyai-kyai yang berbau paranormal, bahkan ketika dihitung hampir sudah 15 orang yang ia datangi. dan dokter pun sudah berapa puluh ia datangi dan hasilnya tidak ada.

Sang ibu pun pasrah, dan hebatnya dari 15 paranormal, dukun atau kyai yang ia datangi dan diagnosa hasilnya adalah karena gangguan jin. walau dalam versi yang berbeda beda. ada yang mengatakan kena jin ketika melewati pohon besar, kesambet makam perkampungan. bahkan ada yang mengatakan gangguan jin yang di toilet dalam rumahnya. hingga sang ibu pun hampir saja menjual rumahnya atas saran dukun tersebut.

Akhirnya ditengah kepasrahan dan kepercayaan-nya. Maka dengan tehnik Spiritual Thinking dipelajarilah struktur alam bawah sadarnya. dan diapun melakukan sebuah regresian kembali dimasa lalunya, awal merasa ketakutan dan kekhawatiran. maka ditemukanlah ada ketidakberesan dalam dirinya dimasa lalu. menyimpan perasaan dendam bahkan sudah mempunyai skenario untuk membunuhnya satu saat nanti.

Setelah dilakukan selama hampir 3 jam proses Spiritual Thinking, dan diberikan saran-saran positif dan pendekatan spiritual, seperti banyak dzikir dan tahajud. maka akhirnya dengan kasih sayang Allah si Ibu tidak menemukan kembali bayangan-bayangan aneh dan ketakutan yang selama ini menghantuinya. dan si Ibu bersama suaminya pun sudah mulai istiqomah belajar dzikir dan sholat tahajud.

goresan orang tua

Minta Balas Budi Karena Anak Sukses

15 desember 2013 pukul 17:57
 
Tidak sedikit kekecewaan datang dari orangtua yang telah bersusah payah membesarkan, mendidik anak-anaknya hingga dewasa dan sukses. banyak orangtua kecewa karena anaknya ternyata tidak bisa di harapkan ataupun tidak dapat memberikan apa-apa ketika mereka telah sukses. orangtua yang telah capek sekian tahun, memberikan uang yang begitu banyak untuk kesuksesan anaknya, dan setelah sukses anaknya malah sombong, acuh dan sibuk sendiri. seolah tidak berterimakasih.

Apa yang salah dengan fenomena ini? sedikit saja sebenarnya. ini karena niat awal yang kurang tepat, niat mendidik dan membesarkan anak bukan karena Allah, niat membesarkan anak karena berharap akan di tolong ketika satu saat telah lemah dan menjadi tua. para orangtua alam bawahsadarnya telah bergantung kepada Anak-anak mereka bukan tergantung kepada Allah.

Maka wajar saja ketika para orangtua kecewa dan depresi di akhir nanti, tergantung kepada anak berarti tergantung kepada duniawi dan kemegahannya. bukankah anak adalah perhiasan dan syahwat yang terus membuat alam abwah sadar manusia kecewa ?.. Maka mulai sekarang niatkan mendidik dan membesarkan serta mensukseskan anak adalah karena Allah. fokus kepada Allah. Anak kelak membantu kita atau tidak urusan Allah.

Urusan dan tugas kita adalah mendidik karena Allah.

Spiritual Mindsets

Orang-orang yang hidup dengan Spiritual Mindsets adalah mereka yang hidup berdasarkan nilai-nilai yang diajarkan Nabi Muhammad Saw. Mereka sangat terpercaya, menolong kepada yang membutuhkan, lemah lembut, dermawan,
dan yang paling penting memiliki keimanan yang utuh kepada Alloh (bertakwa).

Mereka bukanlah orang yang suka mengumbar nafsu, termasuk mencela dan mengejek orang yang salah dalam beribadah. Mereka bukanlah orang yang senang mencela dan mencari-cari kelemahan religius orang lain. Mereka juga tidak banyak membicarakan surga dan neraka serta meributkan aturan-aturan detil syariatnya.

Mereka memusatkan diri kepada tujuan yang paling besar yaitu Alloh Yang Mahabesar dan Mahaperkasa. Mereka berfokus untuk mencintai AlloH Yang Maha Pencinta, Pencipta dan Maha Benar. Begitu mengenal Penguasa yang sebenarnya di sini dan di hari kemudian, mereka akan siap untuk mengikuti semua aturan dari Sang Maha Pengatur. Mereka siap untuk menaati segala peraturan dan perintah-Nya, serta menjauhi larangan-Nya.
Renungan 15 november 2013 by sandi setiawan

history day

  • Menyelesaikan pekerjaan dengan melibatkan kekuatan-Nya itu sungguh menenangkan dan membahagiakan, melebur bersama keinginan dan ketentuan-Nya. 
  • Membiarkan diri ini tidak bergerak dan terpengaruh dari ajakan, aku hanya mendiskusikan antar ego dalam diriku untuk berkomitmen dan selanjutnya mempersilahkan diri untuk keluar dari keinginanku menuju keinginan & ketetapan-Nya, hingga diri-Nya menerbangkan dan menggabungkan diriku pada tempat ini dan bersama orang-orang pilihan. Terimakasih Ya Allah... 
  • Sesungguhnya disetiap kesulitan ada kemudahan, latihlah untuk selalu melihat dari sudut pandang lain. 
  • asumsi ini smua orng telah mengetahuinya..namun masalah skrng ialah...setiap perjalanan yg berujung pada kesulitan atau kemudahan sdikit orng yg bisa mengambil sesuatu dari proses itu
   
src="https://sites.google.com/site/brojosblog/efek%20hujan%20salju.js"type="text/javascript">
Advertise
300x250
Here

Ads by sandi setiawan