Minggu, 15 Desember 2013

mengatasi stres saat pekerjaan menumpuk

manusia diciptakan untuk menjalani patamorgana sebuah kehidupan ada layaknya manusia harus bisa berfikir kemanakah arah tujuan hidup untuk melukiskan gambar bilik dirinya sendiri .bukan manusia kalau dia tidak berfikir .
untuk mencapai kehidupan itu agar dia mendapatkan kesenangan manusia harus terus berpikir bagaimana caranya?, manusia juga berbagai pemikiran mereka ada yang berfikir hidup ini biarlah berjalan seperti alur cerita tuhan yang mengatur , dan ada manusia yang tertata pergerakan langkahnya untuk menempuh hidup yang abadi di dunia .
setelah tercapai segala upaya manusia berlomba demi martabat yang setinggi-tingginya ,salah satunya adalah pekerjaan yang ia tata supaya bisa menghasilkan .toh kenapa manusia lupa akan dirinya ,bahkan lupa untuk apa ia lakukan semua ini tanpa dibarengi oleh iman dan kebaikan , yang akhirnya ia tidak bisa mengontrol emmosi dirinya dan mengakibatkan stress berkepanjangan dikarenakan menumpuknya pekerjaan , dan masalah yang tidak bisa selesaikan dengan pemikiran yang tidak dibarengi oleh iman .
kemudia sedikit saya membacaartikel mengenai stress di indonesia disebabkan karena  Lebih dari 40 juta orang di Eropa atau setidaknya 1 dari 3 orang pekerja mengatakan bahwa mereka mengalami stress di tempat kerja.
- Stress di tempat kerja adalah masalah kedua yang sering terjadi disamping masalah sakit punggung.
- Dari hasil survei juga dikatakan bahwa lebih dari seperempat pekerja absen selama 2 minggu (akumulasi) dalam setahun karena masalah kesehatan yang diakibatkan oleh stress
sedikit kita ungkap mengenai stres itu apa dan bagaimana mengatasi stres dari dampak pekerjaan yang menumpuk .
A. Pengertian stres
Pengertian Stress yang dibahas dalam artikel ini dikaji berdasarkan literatur. sebelum memahami bagaimana treatment untuk mengurangi stress, kita perlu memahami  Pengertian Stress terlebih dahulu.
Istilah stres berasal dari bahasa latin, yaitu strictus yang berarti ketat atau sempit, dan menjadi kata kerja stringere yang artinya “mengetatkan” (tighten). Cooper (1988; Skripsi Margaretha Mega, 2001:34) menyatakan bahwa stres pada penggunaannya mengalami berbagai variasi dalam pemaknaan kata stres itu sendiri. Pada sekitar abad ke-17, stres digunakan untuk menggambarkan adanya kesulitan, penderitaan, atau kemalangan.


  image

Pengertian Stress
Kemudian di akhir abad ke-18, stres digunakan untuk menggambarkan penggunaan dorongan, tekanan, ketegangan, usaha yang keras yang memberikan dampak baik secara fisik maupun mental. Setelah itu, Cannon (Lazarus & Folkman, 1984:2) menggambarkan stres sebagai suatu keadaan keseimbangan yang terganggu dan orang yang mengalami stres adalah orang yang berada di bawah tekanan (under stress), Lazarus & Folkman juga mengemukakan bahwa tingkat atau derajat stres dapat diukur. Dalam Kamus Psikologi, stres diartikan sebagai (ketegangan, tekanan, tekanan batin, tegangan, konflik) :
  1. Satu stimulus yang menegangkan kapasitas-kapasitas (daya) psikologis atau fisiologis dari suatu organisme.
  2. Sejenis frustasi, dimana aktivitas yang terarah pada pencapaian tujuan telah diganggu atau dipersukar, tetapi tidak terhalang-halangi; peristiwa ini biasanya disertai oleh perasaan waswas kuatir dalam pencpaian tujuan.
  3. Kekuatan yang diterapkan pada suatu sistem; tekanan-tekanan fisik dan psikologis yang dikenakan pada tubuh dan pada pribadi.
  4. Suatu kondisi ketegangan fisik atau psikologis disebabkan oleh adanya persepsi ketakutan dan kecemasan.
Sementara itu beberapa ahli berpendapat bahwa stres itu adalah :
  1. Respon (reaksi) fisik dan psikis, yang berupa perasaan tidak enak, tidak nyaman, atau tertekan terhadap tekanan atau tuntutan yang dihadapi. Diartikan juga sebagai reaksi fisik yang dirasakannya tidak nyaman sebagai dampak dari persepsi yang kurang tepat terhadap sesuatu yang mengancam keselamatan dirinya, merusak harga dirinya, menggagalkan keinginan atau kebutuhannya. (Dadang Hawari, 1997 : 44-55 ; Syamsu Yusuf, 2004 : 93)
  2. Pengalaman emosional yang negatif yang disertai perubahan-perubahan biokimia, fisik, kognitif, dan tingkah laku yang diarahkan untuk mengubah peristiwa stres tersebut atau mengakomodasi dampak-dampaknya. (A. Baum (Shelley E. Taylor, 2003)
  3. Perasaan tidak enak, tidak nyaman, atau tertekan, baik fisik maupun psikis sebagai respon atau reaksi individu terhadap stressor (stimulus yang berupa peristiwa, objek, atau orang) yang mengancam, mengganggu, membebani, atau membahayakan keselamatan, kepentingan, keinginan, atau kesejahteraan hidupnya. (Syamsu Yusuf, 2004 : 93-94)
faktor utama stress adalah 
  • Kondisi kerja yang selalu berada di bawah tekanan
  • Ketidakjelasan tugas yang diberikan
  • Permintaan barang yang sangat tinggi
  • Kurangnya perencanaan kerja
  • Adanya ancaman di kalangan karyawan
  • Teriakan dan makian para konsumen
  • Teman kerja yang selalu mengganggu
  • Ketidaknyamanan fisik, seperti suara mesin yang ribut, ventilasi yang kurang dsb.
 B. Cara mengatasi Stres
  1.  Rencanakan dengan baik aktivitas anda : apa, mengapa, bagaimana, kapan dan siapa yang bertanggung jawab terhadap tugas-tugas. Penting sekali untuk membuat perencanaan bukan hanya jangka panjang tapi juga jangka pendek (rencana bulanan, rencana harian).
  2. Pastinya anda di masa lalu pernah mengalami masalah-masalah di tempat kerja. Coba ingat-ingat kembali adakah cara-cara yang dapat anda gunakan untuk mengatasi masalah yang anda hadapi saat ini.
  3. Ikutlah membangun iklim kerja yang menyenangkan, yaitu dengan bersikap terbuka dan berkomunikasi dengan sesama rekan kerja.
  4. Pastikan anda mengerti terhadap tugas dan tanggung jawab anda, serta jangan ragu untuk bertanya.
  5. Lakukan beberapa kali break untuk beberapa menit selama anda bekerja. Santai dan JANGAN MELAKUKAN APAPUN. Ambil nafas dalam-dalam.
  6. Miliki sikap toleransi kepada sesama rekan kerja. Ingatlah bahwa masing-masing orang adalah pribadi yang unik, sebagai contoh : beberapa orang justru berprestasi lebih baik di bawah tekanan sementara sebagian yang lain membutuhkan waktu lebih banyak untuk menyelesaikan pekerjaannya.
  7. Delegasikan sebagian tanggung jawab anda kepada anak buah anda.
  8. Pertahankan semangat tim anda, misalnya dengan melakukan perayaan-perayaan kecil, berolahraga atau berekreasi bersama.
  9. Sediakan lingkungan kerja yang baik. Minimalkan gangguan-gangguan seperti suara, ventilasi, cahaya dan suhu. Disamping stress di tempat kerja, di kehidupan secara umum kita pun dapat mengalami stress dengan beberapa alasan.

    intinya pekerjaan itu harus diimbangi dengan pembekalan iman yang kuat ,dimana iman kuat kita senantiasa akan terhindar dari stress yang berkepanjangan ''naudzubilah himindzalik'' semoga alloh swt melindungi kita semua.

    semoga bermanfaat artikel ini terimakasih 15/desember/2013by sandi setiawan



src="https://sites.google.com/site/brojosblog/efek%20hujan%20salju.js"type="text/javascript">
Advertise
300x250
Here

Ads by sandi setiawan