Senin, 16 Desember 2013

kisah cerita rakyat

Mau berubah.. ??? Datanglah ke Seorang Dukun

23 Juli 2012 pukul 11:00
 
Tersebutlah disebuah kota di jawat tengah kota Tegal, seorang yang teramat nakal dan preman, kemaksiatan apa yang belum dia lakukan di kota-nya, hampir semua ia lakukan. orang tersebut bernama Darto.  sudah banyak kyai dan ustadz yang menasehatinya agar kembali kepada jalan Allah swt. nyatanya nasehat-nasehat masuk dari telinga kiri keluar telinga kanan. tetapi ada sebuah kehebatan dari orang ini. dia sangat percaya dengan yang namanya dukun.

Satu saat temennya satu kota ingin sekali mengajak di Darto untuk sadar dan meninggalkan kemaksiatan dan kejahatannya. Maka sang temen sholeh ini datang kepada Darto. To.. !! ente mau gak saya ajak menemui seseorang?. Siapa ?? Kata Darto sambil kaget, tumben temennya yang rajin ke mesjid ini ngajak dirinya menemui seseorang.

Dan kawan yang sholeh itu menjawab. "Dukun Sakti Mandraguna" !!. Darto : bener nih?? dari sekian dukun yang saya datangin masih ada yang lebih sakti ??". maka singkat cerita. darto sepakat untuk menemui sang dukun tersebut. dan akhirnya mereka berdua berangkat dan darto sebagai sopirnya menuju tempat dimana sang dukun berada. dan seperti biasanya si Darto membawa mobil sambil mabok (nyekek botol).

Maka sampailah disebuah tempat dukun, tepatnya sebuah kampung di kota Tasikmalaya. setelah masuk ditempat area parkir dan terlihatlah sebuah masjid dan banyak  orang-orang lalu lalang memakai kopiah dan mukena, rupannya mereka pada mau sholat. dan si Darto complain. " eh.. yang bener aja. enta bawa saya kesini. ini kaya pesantren. ada masjid segala lagi?"..

Temannya bilang :"santai saja kawan !!, itu emang masjid (sambil menunjuk masjid). tetapi disebelahnya itu adalah rumah, nah itulah rumah si Dukun. maka si Darto mangguk-mangguk sambil bingung gak percaya. maka temennya pergi menemui seorang dukun yang dimaksud didalam rumah sebelah masjid. dan si darto tetap menunggu di mobil dengan alasan belum percaya kata-kata temennya masa dukun disampingnya ada masjid dan dia juga merasa tanggung belum habis minumannya.

Setelah kawannya bertemu si Dukun, yang memang sebenernya adalah Guru spiritualnya sendiri. dia mau pamitan untuk kembali menemui si darto. maka tiba-tiba tanpa diberitahu Sang Guru Spiritual bilang. " itu kawanmu di mobil suruh kesini.. saya mau ketemu dia" !!. baik Guru.. " Kata murid patuh tersebut.

Maka temennya datang ke si Darto." To.. ente di panggil tuh sama si Dukun. si darto kaget." yang bener ???"".... Temennya : bener to.., dia tau saya bawa ente kesini. padahal saya gak bilang ada ente. kan ente-nya gak mau nemuin si mbah dukun. ente gak percaya sama saya. Kata si darto dalam hatinya, "kalo emang bene..? r hebat amat nih si Dukun, pasti sakti.. karena penasaran akhirnya si darto keluar dari mobil dan menuju rumah si Dukun. dan botol mimuman setianya dia bawa dan diletakkan di depan masjid.

Setelah Darto masuk ke dalam rumah (Madrasah Guru Spiritual) bersama temennya, Sang Guru yang sedang duduk diatas kursi tersenyum dengan ramahnya. dan si Darto langsung terpana dan terpesona dengan senyuman sang Guru. seolah senyumannya menghunjam dalam qalbu. mendesirlah seluruh aliran darah si darto, dan bergetarlah tubuh si darto. dan diapun mendekat setelah sang guru memanggilnya. dan si Darto salaman sama sang Guru sambil tetap melotot menatap mata Guru tersebut yang tetap tersenyum.

Beberapa detik kemudian, sang Guru menundukkan kepala si Darto dengan tangan kirinya. dan darto langsung tertunduk dan diajarkanlah langsung pada qalbu Darto sebuah kalimat dzikir. di install-lah qalbu Darto dengan kalimat "Laa Ilaa Ha Illalloh". proses yang teramat singkat tersebut Darto hanya nurut dan diapun tidak berkata apa apa.

Setelah selesai tanpa berkata-kata, maka sang Guru Spiritual mengatakan. silahkan pulang, selamat selamat. maka Darto dan temennya pun pulang. sepanjang perjalanan pulang Darto hampir banyak diam. hati dia terus bergejolak dan seolah ada keanehan yang muncul dalam dirinya. dia pun banyak berbicara dengan dirinya.

Sesampai di rumah, seperti biasa Darto melakukan aktivitas seperti biasanya. kemaksiatan dan kejahatan di kampungnya yang merupakan kampung yang telah menjadi kota sebagai tempat pariwisata terkenal. anak buahnya selalu mendukung dalam melancarkan strategi kemaksiatan Darto. tetapi disisi lain perasaan dan keanehan dalam diri si Darto selalu ada ketika dia melakukan kemaksiatan dan kejahatannya.

Maka hari berganti, minggu berganti dan bulan berganti. dan tentunya singkat cerita. si Darto bosan berbuat maksiat dan kejahatan. sudah ada perasaan malas dan hambar ketika mabuk, berzina dan judi. maka diapun akhirnya meninggalkan semuanya dan mulai tertarik kepada ibadah. dan dia datangi temennya untuk belajar sholat sekaligus menanyakan amalan yang waktu diberikan sama Dukun dulu. sebuah kalimat Dzikir "Laa Ilaa Ha Illalloh"  dan dzikir dalam qalbu. maka temennya mengajarkan dengan tekun sampai si darto bener-bener menjadi berubah dan taubat. dan tentunya gegerlah orang-orang dikampung Darto bahwa si preman telah taubat.

Dan Darto pun akhirnya sering datang ke Dukun tersebut, bahkan membawa rombongan temen-temanya. dan disamping rumahnya dijadikanlah sebuah masjid sebagai tempat halaqoh dzikir.dan diapun rajin tahajud dan membina masyarakat terutama generasi mudanya. dan diapun sekarang telah menjadi orang penting sebagai pengurus pariwisata di kota jateng.

Demikianlah kalo sang guru spiritual menasehati, tidak melalui mulut, kata-kata dan ceramah. cukup sentuh qalbu-nya dan install dengan kalimat-kalimat agung. libatkan Allah dalam merubah manusia sebejat apapun. maka secara otomatis berjalanlah dengan sendirinya Kun fayakun Allah. Maka Darto sang preman berubah menjadi manusia sholeh. subhanallooh... (salam Spiritual Thinking)
src="https://sites.google.com/site/brojosblog/efek%20hujan%20salju.js"type="text/javascript">
Advertise
300x250
Here

Ads by sandi setiawan