Selasa, 25 Desember 2012

keterampilan daur ulang


APE Cantik dari Sampah Kertas

Menurut Wikipedia, sampah adalah materi sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses yang merupakan konsep buatan manusia. Tidak diinginkan berarti tidak terpakai lagi dan terbuang sia-sia. Tapi tunggu dulu, asal kreatif kita masih bisa memanfaatkannya sebagai media bermain yang sangat berpengaruh pada kesenangan anak dalam bentuk dan penampilan yang menarik.

Pemanfaatan kertas bekas (HVS sisa/bekas dan kertas kalender kadaluarsa) ini, mungkin juga bermanfaat bagi guru PAUD (TK/RA) yang sedang mempersiapkanragam main (APE) untuk peserta didiknya.

Ada dua contoh ragam main yang terbuat dari sampah kertas ini, berikut cara membuat, sasaran dan tujuannya. Mau mencoba? Ikuti step by step ya.

1. Boneka wayang

Dari satu APE ini nantinya bisa untuk beberapa raga main yang disesuaikan usia anak, mulai dari melipat, mewarnai, menempel,membatik dan bahkan bercerita, hebatkan? Kalau anda termasuk guru yang kreatif, aku yakin dengan melihat APE ini akan muncul ide-ide brilian berikut cara menggunakannya. Ambil contoh saja misalnya kita tempeli stik pada bagian belakang boneka, wouw…..sebuah boneka wayang.

Ada beberapa bidang pengembangan yang akan kita harapkan dari pembuatan APE dari kertas  ini. Kalau bisa memang satu alat peraga / permainan edukatif mempunyai multi fungsi sesuai  bidang –bidang pengembangan yang ada di PAUD, seperti: nilai-nilai keagamaan, sosial emosional, fisik motorik, kognitif, bahasa bahkan seni dan visual spasial.

Origami boneka kertas ini dapat kita bentuk menjadi beberapa karakter dengan kostum yang sesuai tokoh yang akan kita ceritakan.

ORIGAMI BONEKA  WAYANG
Gunakan bagian belakang kertas sisa/bekas kalender atau hvs yang polos berada dipermukaan.
 
 
 
Lipat kertas ke arah sudut hingga membentuk segitiga

 

Potong sisa kertas lipatan segitiga

 

 

Buka lipatan segitiga menjadi persegi . Lipat masing-masing dari dua sisi atas sampai ke garis tengah. Kita  sekarang akan memiliki bentuk berlian.

 

Lipat segitiga di bawah ke atas.

 

Lipat dekat pusat segitiga, hingga berbentuk seperti perahu.

 

 

Balik ke arah belakang

 

 

Lipat masing-masing sisinya ke arah tengah

 

Lipat puncak segitiga jika menginginkan bentuk kepala datar.Gambar mata,mulut,rambut dan baju boneka dengan spidol atau clay.

Sasaran :

  • Anak usia 4-5 tahun, untuk melipat dan mewarnai atau menghias.
  • Tutor, sebagai APE untuk bercerita dengan boneka tangan / wayang dengan memberi stik untuk pegangan.

Tujuan :

a.Melatih motorik halus

b.Menumbuhkan rasa percaya diri

c.Melatih nilai seni dengan menghias boneka

d.Melatih daya kreasi anak dengan menciptakan pola-pola tertentu

e.Menumbuhkan pengembangan sosial emosional

f.Mengasah penguasaan kognitif bahasa

g.Melatih konsentrasi,daya ingat dan imajinasi anak.

Resep clay:

Lem putih dicampur dengan pewarna makanan.

2. Bunga Lili Cetakan Tangan

 

Lili ini dibuat dari cetakan tangan anak(pada kertas) ditempel ke sedotan. Dapat dibuat buket bunga untuk hadiah atau dekorasi

Alat dan Bahan Yang Diperlukan:

  • kertas HVS bekas/kalender
  • Pensil
  • Gunting
  • Sedotan
  • Tape or glue Tape atau lem
  • Crayon/ pensil warna

 

Cetak telapak tangan anak dengan pensil, kemudian potong mengikuti pola tangan.

 

 

Bentuk ujung jari anak sehingga berbentuk runcing atau sesuai keinginan.

 

Lem bunga dan simpulkan/ gulung pada sedotan menyerupai bunga lili.

 

Buat beberapa potong daun dari kertas berwarna hijau atau polos kemudian diwarnai.

 

 

Untuk mendapatkan rangkaian buket yang indah dapat kita buat dengan berbagai warna, letakkan pada vas menjadi hiasan meja.

Sasaran:

Anak usia 3-4 tahun ( mewarnai gambar tangan dan daun, menanam / menancapkan bunga pada media tanam, mengenalkan warna dasar/ primer.

Anak usia 4-5 tahun ( mencetak / menjiplak, mewarnai dan menempel dan menanam / menancapkan bunga pada media tanam, pengenalan warna sekunder).

Anak usia 5-6 tahun ( menggunting mengikuti pola, menjiplak, menempel, mengenal pencampuran warna, mengenal konsep bilangan, mengelompokkan benda berdasarkan warna, membentuk poa- pola tertentu, mengenalkan sebab akibat (sains).

Tujuan:

  1. Melatih dan mengembangkan motorik halus dan kasar anak
  2. Menyebutkankan macam dan fungsi tanaman
  3. Meningkatkan kemampuan sosial anak
  4. Melatih daya imajinasi
  5. Mengasah nilai seni dengan bernyanyi
  6. Mengenalkan warna
  7. Mengelompokkan benda berdasarkan warna
  8. Mengelompokkan benda berdasarkan bentuk: Besar Kecil
  9. Mengenalkan konsep bilangan
  10. Menyusun Pola
  11. Mengeksplorasi pikiran dengan berdiskusi tentang hubungan sebab akibat
  12. Melatih motorik halus
  13. Pengenalan tanaman
  14. Mengasah nilai seni

 
src="https://sites.google.com/site/brojosblog/efek%20hujan%20salju.js"type="text/javascript">
Advertise
300x250
Here

Ads by sandi setiawan