Selasa, 25 Desember 2012

petunjuk penyelenggaraan upacara dalam gerakan pramuka


KEPUTUSAN
KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA
NOMOR : 178 TAHUN 1979

TENTANG

PETUNJUK PENYELENGGARAAN UPACARA DI DALAM GERAKAN PRAMUKA

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,

Menimbang

: 1. bahwa kegiatan upacara dalam Gerakan Pramuka merupakan salah satu alat
pendidikan untuk membiasakan selalu berbuat dengan tertib dan menanamkan rasa
cinta tanah air, disiplin, gotong ronyong, rasa tanggung jawab dan takwa kepada Tuhan
Yang Mahaesa ;

2. bahwa kegiatan upacara dalam Gerakan Pramuka belum diatur secara seragam,
sehingga belum dapat berfungsi sebagai alat pendidikan yang berdaya guna dan tepat
guna ;

3. bahwa berkenaan dengan itu perlu ditetapkan Petunjuk Penyelenggaraan Upacara

dalam Gerakan Pramuka.

Mengingat

: 1. Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka Tahun 1978, di Bukittinggi,

Sumatera Barat.

2. Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka Pasal 26, tentang pelantikan, pengukuhan

dan perestuan.

Memperhatikan: 1. Keputusan-keputusan Rapat Kwartir Nasional tanggal 17 September 1979.
2. Keputusan-keputusan Rapat Kwartir Nasional Harian tanggal 14 September 1979.
3. Saran-saran dari Staf Kwartir Nasional.

MEMUTUSKAN :

Menetapkan

:

Pertama

: Berlakunya Petunjuk Penyelenggaraan Upacara dalam Gerakan Pramuka seperti tertera

dalam lampiran surat keputusan ini.

Kedua

: Menginstruksikan kepada semua jajaran Gerakan Pramuka menyebar lusakan keputusan
ini, agar upacara-upacara dalam lingkungan Gerakan Pramuka dapat dilaksanakan
dengan sebaik-baiknya.

Ketiga

: Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Keempat

: Apabila ternyata dikelak kemudian hari ada kekeliruan dalam keputusan ini, maka akan

diadakan pembetulan seperlunya.

Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 27 Oktober 1979
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,

Ketua,

Letjen TNI (Purn) Mashudi.

LAMPIRAN
KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA
NOMOR : 178 TAHUN 1979

TENTANG

PETUNJUK PENYELENGGARAAN UPACARA DALAM GERAKAN PRAMUKA

BAB I

PENDAHULUAN

Pt. 1. Umum

Gerakan Pramuka sebagai suatu wadah pendidikan non formal di lingkungan ketiga, wajib
mengarahkan dan mengatur semua tindakan dan langkahnya seuai dengan tujuan pendidikan
khususnya tujuan dan sasaran Gerakan Pramuka, sehingga usaha tersebut merupakan proses
pendidikan yang meningkat dan berkesinambungan.
a. Usaha yang merupakan proses pendidikan yang meningkat dan berkelanjutan itu salah satu

diantaranya adalah kegiatan upacara untuk melatih disiplin, patuh, tenggang rasa, atnggung

jawab, kesadaran nasional dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Mahaesa.

b. Agar kegiatan upacara tersebut berfungsi secara tepat guna dan berdaya guna, diperlukan
penataran/pengaturan sesuai dengan prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan
yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan di satuan masing-masing.

Pt. 2. Maksud dan Tujuan

a. Maksud petunjuk penyelenggaraan ini adalah memberi pedoman dan pengarahan kepada semua

anggota Gerakan Pramuka dalam penyelenggaraan upacara.

b. Tujuan petunjuk penyelenggaraan ini adalah untuk menertibkan, memperlancar dan mengembangkan pelaksanaan upacara dalam Gerakan Pramuka sehingga tercabai keseragaman.

Pt. 3. Ruang Lingkup

Petunjuk Penyelenggaraan ini meliputi :
a. Pendahuluan.
b. Pengertian
c. Tujuan dan sasaran.
d. Pokok-pokok upacara dan jenisnya.
e. Upacara Umum dalam Gerakan Pramuka
f. Upacara di satuan Pramuka Siaga.
g. Upacara di satuan Pramuka Penggalang.
h. Upacara di satuan Pramuka Penegak.
i. Upacara di satuan Pramuka Pandega.
j. Variasi dan pengembangan upacara di satuan Pramuka.
k. Penutup.

BAB II

PENGERTIAN

Pt. 4. Pengertian

a. Upacara adalah serangkaian perbuatan yang ditata dalam suatu ketentuan peraturan yang wajib
dilaksanakan dengan khidmat, sehingga merupakan kegiatan yang teratur dan tertib, untuk
memberntuk suatu tradisi dan budi pekerti yang baik.

b. Upacara Umum yaitu upacara yang dilakukan untuk kegiatan tertentu dengan menggunakan

peraturan yang berlaku secara umum.

c. Upacara Pembukaan Latihan dan Upacara Penutupan Latihan yaitu upacara yang dilakukan dalam rangka melaksanakan usaha memulai dan mengakhiri suatu pertemuan di lingkungan GerakanPramuka.

d. Upacara Pelantikan yaitu :

1) upacara yang dilakukan dalam rangka peresmian seorang calon menjadi anggota Gerakan

Pramuka, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2) upacara yang dilakukan dalam rangka pengangkatan pemegang jabatan tertentu dalam satuan.

e. Upacara Kenaikan Tingkat, yaitu upacara yang dilakukan dalam rangka pengesahan kenaikan tingkat kecakapan umum yang dicapai oleh seorang anggota Gerakan Pramuka sesuai dengan syarat kecakapan umum yang berlaku.

f. Upacara Pindah Golongan, yaitu upacara yang dilakukan dalam rangka pemindahan anggota dari
satu golongan ke golongan lain yang lebih tinggi dalam usia sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.

g. Upacara Meninggalkan Ambalan/Racana, yaitu upacara yang dilakukan dalam rangka mengantar Pramuka Penegak dan/atau Pramuka Pandega untuk terjun ke masyarakat dan berbakti secara langsung sesuai dengan bidangnya.

h. Pembina Upacara adalah Pembina dalam upacara yang menerima penghormatan, mengesahkan

pelaksanaan upacara dan merupakan pimpinan tertinggi dalam upacara itu.

i. Pengatur Upacara (Protokol) adalah petugas yang menyusun dan mengatur pelaksanaan tertib

acara dalam upacara, yang berkewajiban mengendalikan jalannya upacara.
j. Pemimpin Upacara adalah petugas yang memimpin barisan peserta upacara.
k. Pembawa Acara adalah petugas yang membaca tertib acara dalam suatu upacara.
l. Peserta Upacara adalah satuan-satuan yang berada di bawah pimpinan Pemimpin Upacara.
m. Petugas Upacara adalah orang-orang yang menunaikan tugas tertentu dalam suatu upacara

misalnya : pengibar bendera, pembaca Dasadarma, pemimpin lagu, dan lain-lain.

BAB III

TUJUAN DAN SASARAN UPACARA

Pt. 5. Tujuan upacara dalam Gerakan Pramuka adalah membentuk manusia yang berbudi pekerti luhur

sehingga menjadi warga negara Indonesia yang berpancasila seperti tercantum dalam Anggaran

Dasar Gerakan Pramuka.

Pt. 6. Sasaran upacara dalam Gerakan Parmuka, adalah agar setiap Pramuka :

a. memiliki rasa cinta kepada tanah air, bangsa dan agama ;
b. memiliki rasa tanggung jawab dan disiplin pribadi ;
c. selalu tertib di dalam hidup sehari-hari ;
d. memiliki jiwa gotong royong dan percaya kepada orang lain ;
e. dapat memimpin dan dipimpin ;
f. dapat melaksanakan upacara dengan khidmat dan tertib ;
g. meningkatkan ketakwaannya kepada Tuhan Yang Mahaesa ;

BAB IV

POKOK-POKOK UPACARA DAN JENISNYA

Pt. 7. Pokok-pokok Upacara Gerakan Pramuka

Semua upacara dalam Gerakan Pramuka mengandung unsure-unsur pokok sebagai berikut :

a. Bentuk barisan yang digunakan oleh peserta upacara selalu disesuaikan dengan perkembangan
jiwa peserta didik.
1) Bentuk barisan upacara di satuan Pramuka Siaga adalah lingkaran, karena perhatian dan

perkembangan jiwanya masih terpusat pada orang tua/Pembina.

2) Bentuk barisan upacara di satuan Pramuka Penggalang adalah bentuk angkare, karena

perhatian dan perkembangan jiwanya telah mulai terbuka.

3) Bentuk barisan upacara di satuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega adalah bersaf,

karena perhatian dan perkembangan jiwanya sudah terbuka luas.

4) Jika peserta upacara itu terdiri dari dua golongan atau lebih, maka bentuk barisan yang
digunakan ditentukan oleh pimpinan upacara atau pengatur upacara sesuai dengan keadaan
setempat.

b. Penghormatan kepada Bendera Sang Merah Putih dilakukan :
1) pada waktu pengibaran dan penurunan (penyimpanan) Sang Merah Putih ;
2) pada waktu Sang Merah Putih dibawa masuk atau keluar ruang upacara.

c. Pembacaan kode kehormatan dalam bentuk ketentuan moral budi pekerti :
1) untuk Pramuka Siaga, Dwidarma ;
2) untuk Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, Dasadarma.

d. Pada waktu pembacaan Dwidarma dan Dasadarma, para Pramuka tidak melakukan
penghormatan, tetapi penghormatan dilakukan pada saat pengucapan Dwisatya atau Trisatya.
Kewajiban berdoa kepada Tuhan Yang Mahaesa (dengan menundukkan kepala) agar selalu
mendapat rakhmat dan hidayah dalam segala kegiatan.

e. Rangkaian seluruh upacara dilakukan dalam suasana khidmat dan bersungguh-sungguh.

Pt. 8. Pokok-pokok Upacara

Senua upacara dalam Gerakan Pramuka mengandung unsure-unsur pokok sebagai berikut :

a. Pada upacara di luar Gerakan Pramuka, pelaksanaannya disesuaikan dengan ketentuan dan

peraturan yang disusun oleh penyelenggaranya.

b. Dalam pelaksanaan upacara dalam Gerakan Pramuka harus ada :

1) pengibaran Sang Merah Putih,

 

Bottom of Form

5) Petugas pengibar bendera Sang Merah Putih maju ke tiang bendera dan mengikatkan bendera dengan tali dan setelah bendera direntangkan, salah seorang petugas mengatakan: “Bendera siap”.

6) Pemimpin Upacara memberi aba-aba: ”Kepada Sang Merah Putih ….. hormat grak”, dan
semua peserta upacara memberi hormat, sampai bendera tiba di puncak tiang. Pengibaran
bendera itu dapat diiringi dengan lagu Indonesia Raya oleh korps musik atau kelompok vocal.

7) Setelah bendera sampai di puncak tiang, Pemimpin Upacara menyerukan aba-aba : “Tegak ..…

grak”.

8) Petugas Bendera mengikatkan tali ke tiang bendera, kemudian mundur tiga langkah, memberi

hormat kepada bendera Sang Merah Putih dan kembali ke tempat semula.
9) Mengheningkan cipta dan berdoa dipimpin oleh Pembina Upacara.
10) Pembacaan teks Pancasila.

11) Amanat Pembina Upacara.

12) Laporan Pemimpin Upacara kepada Pembina Upacara vahwa upacara pengibaran bendera

telah dilaksanakan.

13) Penghormatan pasukan peserta upacara kepada Pembina Upacara di pimpin oleh Pemimpin

Upacara.
14) Pembina Upacara meninggalkan tempat upacara.
15) Pasukan peserta upacara dibubarkan oleh Pemimpin Upacara.

Pt. 18. Petugas dalam upacara

a. Pasukan peserta upacara disiapkan oleh Pemimpin Upacara.
b. Pembina Upacara menempatkan diri di tempat yang ditentukan.
c. Penghormatan pasukan kepada Pembina Upacara dipimpin oleh Pemimpin Upacara.
d. Laporan Pemimpin Upacara kepada Pembina Upacara bahwa upacara

penurunan/penyimpanan Sang Merah Putih siap dimulai.

e. Petugas pengibar bendera Sang Merah Putih maju ke tiang bendera dan memberi hormat

kepada Sang Merah Putih.
f. Kemudian petugas melepas tali, dan setelah selesai mengatakan: “Bendera siap”.
g. Pemimpin Upacara memberi aba-aba: ”Kepada Sang Merah Putih ….. hormat grak”, dan

semua peserta upacara memberi hormat, sampai bendera tiba di batas bawah.

h. Pemimpin Upacara menyerukan aba-aba : “Tegak ..… grak”, kemudian petugas melepas
bendera dari tali lalu melipatnya dan selanjutnya dibawa ketempat semula (tidak balik kanan).
i. Berdoa dipimpin oleh Pembina Upacara.
j. Laporan Pemimpin Upacara kepada Pembina Upacara vahwa upacara pengibaran bendera
telah dilaksanakan.
k. Penghormatan pasukan peserta upacara kepada Pembina Upacara di pimpin oleh Pemimpin
Upacara.
l. Pembina Upacara meninggalkan tempat upacara.

m. Pasukan peserta upacara dibubarkan oleh Pemimpin Upacara.

Pt. 19. Bendera Setengah Tiang

a. Dalam keadaan berkabung, Sang Merah Putih dikibarkan setengah tiang, dengan jalan

menaikkannya ke puncak tiang lebih dahulu, kemudian diturunkan sampai setengah tiang.

b. Penurunan bendera yang berkibar setengah tiang dilakukan dengan menaikkannya ke puncak

tiang lebih dahulu, kemudian diturunkan.

Pt. 20. Laporan

Pelaksanaan laporan diatur sebagai berikut :
a. Peserta upacara dalam keadaan sikap sempurna.
b. Pemimpin Upacara maju menghadap Pembina Upacara, menghormat lalu menyampaikan laporan

tentang keadaan peserta upacara.
c. Selesai laporan Pemimpin Upacara tanpa menghormat, kembali ke tempat semula.
d. Laporan penutup dilaksanakan oleh Pemimpin Upacara dengan maju menghadap Pembina

Upacara, langsung lapor tanpa menghormat lebih dahulu. Selesai laporan, memberi hormat

kemudian kembali ke tempat.

Pt. 21. Mengheningkan cipta dan berdoa

a. Mengehningkan cipta dan berdoa dipimpin oleh Pembina Upacara dengan menundukkan kepala

dalam keadaan siap.
b. Tutup kepala tetap dipakai.
c. Sikap pada waktu berdoa sesuai dengan ketentuan agama dan kepercayaan masing-masing.
d. Mengheningkan cipta dan berdoa dapat diiringi oleh korp musik/sangkakala/genderang.

Pt. 22. Acara Pelengkap

Jika dalam upacara penurunan/penyimpanan bendera diadakan aubade (lagu-lagu sanjungan) dan

atraksi, lagu-lagu tersebut dinyanyikan sesudah Pembina Upacara berada di mimbar lain.

BAB VI

UPACARA DI PERINDUKAN PRAMUKA SIAGA

Pt. 23. Macam upacara di Perindukan Siaga

Macam upacara di Perindukan Siaga meliputi :
a. Upacara Pembukaan Latihan
b. Upacara Penutupan Latihan
c. Upacara Pelantikan
d. Upacara Kenaikan
e. Upacara Pemberian Tanda Kecakapan Khusus
f. Upacara Pindah ke Golongan Penggalang.

Pt. 24. Upacara Pembukaan Latihan Perindukan Siaga

Upacara Pembukaan Latihan Perindukan Siaga adalah sebagai berikut :
a. Pemeriksaan kebersihan dan kerapihan anggota.
b. Memilih barung terbaik untuk memimpin upacara
c. Barung terbaik menyiapkan perlengkapan upacara
d. Pemimpin Upacara memanggil anggota perindukan, untuk membentuk lingkaran besar

mengelilingi standar bendera.

e. 1) Pembina Upacara (Pembina Siaga) dijemput oleh Pemimpin Upacara dan mengambil tempat di

tengah lingkaran menghadap bendera dan pintu upacara.

2) Para Pembantu Pembina Siaga masuk lingkaran upacara.
f. Pemimpin Upacara mengambil bendera untuk dikibarkan.
g. Pada waktu bendera sampai dipintu upacara, semua anggota perindukan memberi hormat hingga

selesai.
h. Pembina Upacara (Pembina Siaga) membaca Pancasila ditirukan oleh semua anggota.
i. Pemimpin Upacara membaca Dwidarma diikuti oleh semua anggota perindukan.
j. Pemimpin Upacara kembali ke barungnya.
k. Pembina Upacara (Pembina Siaga) mengumumkan hal-hal yang perlu diketahui oleh anggota

perindukan.

l. Pembina Upacara (Pembina Siaga) mengucapkan doa yang diikuti oleh anggota perindukan.

Pt. 25. Upacara Penutupan Latihan Perindukan Siaga

Upacara Penutupan Latihan Perindukan Siaga adalah sebagai berikut :
a. Barung terbaik menyiapkan perlengkapan upacara.
b. Pemimpin Upacara memanggil anggota perindukan, untuk membentuk lingkaran besar

mengelilingi standar bendera.

c. 1) Pembina Upacara (Pembina Siaga) dijemput oleh Pemimpin Upacara dan mengambil tempat di

tengah lingkaran menghadap bendera dan pintu upacara.
2) Para Pembantu Pembina Siaga masuk lingkaran upacara.
3) Pemimpin Upacara mengambil tempat di dekat bendera menghadap Pembina Siaga.

d. 1) Pemimpin Upacara memberi hormat kepada Sang Merah Putih, kemudian membawanya

keluar tempat upacara (tidak balik kanan).

2) Pada waktu Sang Merah Putih dibawa keluar, semua anggota perindukan memberi hormat

sampai ke pintu upacara.

3) Pemimpin Upacara menggulung dan meletakkan bendera di tempat yang ditentukan, kemudian

kembali ke barungnya.
k. Pengumuman dan pesan Pembina Upacara (Pembina Siaga).
l. Pembina Upacara (Pembina Siaga) mengucapkan doa yang diikuti oleh anggota perindukan.
g. Barisan dibubarkan, anggota perindukan minta diri kepada para Pembina dengan bersalaman.

Pt. 26. Upacara Pelantikan Calon Siaga menjadi Siaga Mula

Upacara Pelantikan Calon Siaga menjadi Siaga Mula adalah sebagai berikut :
a. Calon Anggota Siaga yang akan dilantik diantar oleh Pemimpin Barungnya.
b. Para Siaga yang sudah dilantik maju satu langkah.
c. Tanya jawab tentang syarat kecakapan umum Siaga Mula antara Pembina Siaga dan calon Siaga.
d. Ucapan janji Dwisatya dituntun Pembina dengan memegang Sang Merah Putih di tiang bendera

bersama perindukan yang telah dilantik memberi hormat.

e. Penyematan tanda-tanda diiringi nasehat pembina.
f. Penghormatan kepada Siaga yang baru dilantik dilanjutkan pemberian selamat, kemudian kembali
ke tempat masing-masing.
g. Pembina Siaga mengucapkan doa yang diikuti anggota perindukan.
h. Pemimpin barung menjemput anggotanya yang telah dilantik.
i. Barisan dibubarkan.
j. Pelantikan sebaiknya diadakan pada hari latihan biasa dan dilaksanakan sesudah upacara
pembukaan latihan.

Pt. 27. Upacara Kenaikan Tingkat dari Siaga Mula ke Siaga Bantu atau dari Siaga Bantu ke Siaga Tata

Upacara Kenaikan Tingkat dari Siaga Mula ke Siaga Bantu atau dari Siaga Bantu ke Siaga Tata
adalah sebagai berikut :
a. Siaga yang akan naik tingkat mengambil tempat berhadapan dengan Pembina Siaga.
b. Tanya jawab tentang syarat kecakapan umum yang telah dipenuhi.
c. Pada ucapan janji Dwisatya dengan cara seperti pada pelantikan anggota yang telah dilantik

menghormat.

d. Pelepasan tanda kecakapan umum yang lama dan penyematan tanda kecakapan umum yang

baru, diiringi nasehat pembina.

e. Penghormatan kepada Siaga yang baru naik tingkat dilanjutkan pemberian selamat, dipimpin oleh
Pemimpin Barung Utama (Sulung), kemudian kembali ke tempat masing-masing.
f. Siaga yang naik tingkat kembali ke barungnya.
g. Pembina Siaga mengucapkan doa yang diikuti anggota perindukan.
h. Barisan dibubarkan diteruskan dengan kegiatan acara latihan.

Pt. 28. Upacara Pemberian Tanda Kecakapan Khusus kepada Pramuka Siaga

Upacara Pemberian Tanda Kecakapan Khusus kepada Siaga yang telah memenuhi syarat dilakukan
dalam rangkaian Upacara Pembukaan Latihan adalah sebagai berikut :
a. Siaga yang akan menerima tanda kecakapan khusus mengambil tempat berhadapan dengan

Pembina Siaga.

b. Tanya jawab tentang syarat kecakapan khusus antara Pembina dengan Siaga yang akan

menerima tanda kecakapan khusus.

c. Penyematan tanda kecakapan khusus oleh Pembina diiringi nasehat secukupnya dan pemberian

surat keterangan.
d. Pembina Siaga mengucapkan doa yang diikuti anggota perindukan.
e. Anggota perindukan memberikan ucapan selamat, kemudian kembali ke barung masing-masing

diteruskan dengan acara latihan.

Pt. 29. Upacara Pindah ke Golongan Penggalang

Pramuka Siaga yang sudah berumur 11 tahun harus dipindahkan ke golongan Pramuka Penggalang
dengan tata cara sebagai berikut :
a. Di Perindukan Siaga, dalam rangkaian Upacara Pembukaan Latihan.

1) Pramuka Siaga yang akan pindah golongan mengambil tempat berhadapan dengan Pembina.

2) Penjelasan Pembina bahwa Pramuka Siaga pindah ke golongan Pramuka Penggalang bukan

karena kecakapannya tetapi karena usianya.
3) Pesan Pembina kepada anggota perindukan yang akan pindah.
4) Pramuka Siaga yang akan pindah minta diri kepada teman seperindukan.
5) Pembina mengantar Siaga yang akan pindah ke Pasukan Penggalang yang sudah disiapkan

sebelumnya.

b. Di Pasukan Penggalang dalam rangkaian Upacara Pembukaan Latihan.
1) Penyerahan Siaga dari Pembina Siaga kepada Pembina Penggalang.
2) Penerimaan anggota baru oleh Pembina Penggalang, sesuai dengan kebiasaan yang berlaku di

pasukan tersebut.
3) Pembina Siaga kembali ke perindukannya unutk meneruskan acara latihan.
4) Anggota baru diperkenalkan kepada semua anggota pasukan, kemudian diserahkan kepada

regu yang sudah siap menerimanya.

5) Ucapan selamat datang dari semua anggota pasukan dilanjutkan dengan acara latihan.

BAB VII

UPACARA DI SATUAN PRAMUKA PENGGALANG

Pt. 30. Macam upacara di Pasukan Penggalang

Macam upacara di Pasukan Penggalang meliputi :
a. Upacara Pembukaan Latihan
b. Upacara Penutupan Latihan
c. Upacara Pelantikan
d. Upacara Kenaikan Tingkat
e. Upacara Pemberian Tanda Kecakapan Khusus
f. Upacara Pindah ke Golongan Penggalang.

Pt. 31. Upacara Pembukaan Latihan Pasukan Penggalang

Upacara Pembukaan Latihan Pasukan Penggalang adalah sebagai berikut :
a. Pemeriksaan kebersihan dan kerapihan anggota oleh Pratama.
b. Regu petugas menyiapkan perlengkapan upacara
c. Pratama mengumpulkan anggotanya untuk membentuk angkare di hadapan tiang bendera.
d. Pratama mencek petugas-petugas upacara, sesudah beres lalu menjemput Pembina Penggalang.

e. Pembina Upacara (Pembina Penggalang) mengambil tempat di hadapan pasukan, para Pembantu
Pembina berada di belakang Pembina Upacara (Pembina Penggalang) dalam bentuk bersaf.
f. Sesudah memimpin penghormatan, Pratama menyerahkan pasukan kepada Pembina Upacara
(Pembina Penggalang) kemudian kembali ke regunya.
g. Pengibaran Sang Merah Putih oleh petugas.
h. Pembina Upacara (Pembina Penggalang) membaca Pancasila ditirukan oleh anggota pasukan.
i. Pembacaan Dasaidarma.
j. Kata pengantar Pembina Upacara (Pembina Penggalang) tentang tema latihan dan sebagainya.
k. Pembina Upacara (Pembina Penggalang) memimpin doa menurut agama dan kepercayaan
masing-masing.
l. Pasukan diserahkan kepada Pratama untuk melanjutkan acara.
m. Pratama memimpin penghormatan pasukan kepada Pembina Upacara (Pembina Penggalang).
n. 1) Pembina Upacara (Pembina Penggalang) mengucapkan terimakasih kepada para

pembantunya terus siap melaksanakan latihan.

2) Pratama membubarkan barisan, terus siap mengikuti kegiatan latihan.

Pt. 32. Upacara Penutupan Latihan Pasukan Penggalang

Jalannya Upacara Penutupan Latihan Peasukan Penggalang adalah sebagai berikut :
a. Kerapihan setiap anggota.
b. Pratama memanggil anggota pasukan untuk membentuk formasi angkare menghadap bendera.
c. Pembina Penggalang dijemput Pratama kemudian mengambil tempat di hadapan pasukan diikuti

oleh para Pembantu Pembina.

d. Sesudah mempimpin penghormatan Pratama menyerahkan pasukan kepada Pembina Upacara,

kemudian kembali ke regunya.

e. Petugas bendera menurunkan Sang Merah Putih untuk disimpan, Pembina Upacara memimpin
penghormatannya.
f. Pengumuman tentang regu petugas upacara untuk latihan yang akan datang, dilanjutkan dengan
penyerahan pasukan kepada Pratama.
g. Pembina Upacara memimpin berdoa.
h. 1) Pratama maju satu langkah lalu memimpin penghormatan kepada Pembina Upacara kemudian

membubarkan barisan.

2) Pembina Penggalang mengucapkan terimakasih kepada para pembantunya terus bubar.

Pt. 33. Upacara Pelantikan Calon Penggalang menjadi Penggalang Ramu

Upacara Pelantikan Calon Penggalang menjadi Penggalang Ramu dilaksanakan sebagai berikut :

a. Setelah acara berdoa Calon Penggalang yang akan dilantik diantar oleh Pemimpin Regunya ke

hadapan Pembina Penggalang kemudian pengantar kembali ke regunya.
b. Penggalang yang sudah dilantik maju satu langkah.
c. Tanya jawab tentang Syarat Kecakapan Umum Penggalang Ramu antara Pembina Penggalang

dan calon yang akan dilantik.

d. Calon yang akan dilantik berdoa diikuti anggota pasukan dipimpin oleh Pembina Penggalang.

e. Sang Merah Putih dibawa petugas ke sebelah kanan depan dari Pembina Penggalang. Waktu
Sang Merah Putih masuk ke tempat upacara anggota pasukan menghormat dipimpin oleh
Pratama.
f. 1) Calon secara sukarela mengucapkan janji Trisatya dengan tangan kanannya memegang ujung

Sang Merah Putih ditempelkan di dada kiri tepat dengan jantungnya.

2) Pada waktu ucapan janji anggota pasukan menghormat dipimpin oleh Pratama.

g. Penyematan tanda-tanda disertai nasehat dari Pembina Penggalang.

h. Pratama maju satu langkah lalu memimpin penghormatan kepada Penggalang yang baru dilantik,
diteruskan pemberian ucapan selamat dari anggota pasukan.
i. Pemimpin regu menjemput anggotanya yang baru dilantik.
j. Pembina menyerahkan pasukan kepada Pratama untuk meneruskan acara latihan.
k. Pratama memimpin penghormatan pasukan kepada Pembina Penggalang, kemudian
membubarkan barisan.

Pt. 34. Upacara Kenaikan Tingkat dari Penggalang Ramu ke Penggalang Rakit atau dari Penggalang

Rakit ke Penggalang Terap

Upacara Kenaikan Tingkat dari Penggalang Ramu ke Penggalang Rakit atau dari Penggalang Rakit
ke Penggalang Terap dilaksanakan sebagai berikut :
a. Dilakukan serangkai dengan Upacara Pembukaan Latihan.
b. Penggalang yang akan naik tingkat mengambil tempat berhadapan dengan Pembina Penggalang.
c. Penggalang Rakit dan atau Penggalang Terap maju selangkah.
d. Tanya jawab tentang syarat kecakapan umum yang telah diselesaikan, antara Pembina dan

Penggalang yang akan naik tingkat.

e. Petugas bendera membawa Sang Merah Putih ke sebelah kanan depan dari Pembina
Penggalang. Waktu Sang Merah Putih memasuki tempat upacara anggota pasukan menghormat
dipimpin Pratama atau petugas.
f. 1) Penggalang yang akan naik tingkat mengulang ucapan janji Trisatya dituntun Pembina

Penggalang dengan tangan kanannya memegang ujung Sang Merah Putih ditempelkan di

dada kiri tepat dengan jantungnya.

2) Pada waktu Trisatya diucapkan, anggota pasukan memberi hormat dipimpin oleh Pratama atau

petugas.

g. Pelepasan tanda kecakapan umum lama dan penyematan tanda kecakapan umum baru, diiringi

nasehat pembina.

h. Penghormatan pasukan kepada Penggalang yang baru naik tingkat dipimpin Pratama atau
petugas, dilanjutkan pemberian selamat dari anggota pasukan, kemudian kembali ke tempat
masing-masing termasuk Penggalang yang naik tingkat.
i. Pembina Penggalang memimpin berdoa sesuai denganagama dan kepercayaan masing-masing.
j. Pembina Upacara (Pembina Penggalang) menyerahkan pasukan kepada Pratama untuk
meneruskan acara latihan.
k. Pratama maju satu langkah lalu memimpin penghormatan pasukan kepada Pembina Upacara
(Pembina Penggalang) kemudian membubarkan barisan.
l. Pembina Penggalang mengucapklan terimakasih kepada para pembantunya diteruskan dengan
acara latihan.

Pt. 35. Upacara Pemberian Tanda Kecakapan Khusus kepada Pramuka Penggalang

Kepada Penggalang yang telah memenuhi syarat kecakapan khusus dalam rangkaian Upacara
Pembukaan Latihan dengan cara sebagai berikut :
a. Penggalang yang akan menerima tanda kecakapan khusus mengambil tempat berhadapan

dengan Pembina Upacara (Pembina Penggalang).
b. Para Penggalang yang telah memiliki anda kecakapan khusus maju satu langkah.
c Tanya jawab tentang syarat kecakapan khusus antara Pembina Penggalang dengan Penggalang

yang akan menerima tanda itu.

d Penyematan tanda kecakapan khusus oleh Pembina Upacara (Pembina Penggalang) disertai

nasehat seperlunya dan pemberian surat keterangan.

e Pratama atau petugas memimpin penghormatan kepada Penggalang yang menerima tanda
kecakapan khusus, dilanjutkan dengan pemberian selamat oleh anggota pasukan, kemudian
semua kembali ketempat.
f. Pembina Upacara (Pembina Penggalang) menyerahkan Pasukan kepada Pratama untuk
meneruskan acara.

g. 1) Pratama maju satu langkah lalu memimpin penghormatan kepada Pembina Upacara.

2) Pembina Penggalang mengucapkan terimakasih kepada para pembantunya dilanjutkan dengan

acara latihan.

3) Pratama membubarkan barisan.

Pt. 36. Upacara Pindah ke Golongan Penggalang

Bagi Pramuka Penggalang yang telah berumur 16 tahun dan harus dipindahkan ke golongan
Pramuka Penegak dengan tata cara sebagai berikut :
a. Di laksanakan dalam rangkaian Upacara Pembukaan Latihan Pasukan Penggalang dan Upacara

Pembukaan Latihan Ambalan Penegak.

b. Penggalang yang akan pindah golongan mengambil tempat berhadapan dengan Pembina

Upacara (Pembina Penggalang).

c. Nasehat dan penjelasan Pembina Upacara (Pembina Penggalang) bahwa kepindahannya bukan

karena kecakapannya, melainkan karena usia dan perkembangan jiwanya

d. Penggalang yang akan pindah golongan minta diri kepada anggota pasukannya.

e. Pembina Upacara (Pembina Penggalang) mengantar Penggalang yang bersangkutan ke Ambalan
Penegak.
f. Serah terima anggota antara Pembina Penggalang dan Pembina Penegak.
g. Pembina Penggalang kembali ke pasukan untuk melanjutkan acara latihannya.
h. Acara penerimaan anggota di ambalan disesuaikan dengan adat yang berlaku di ambalan itu.
i. Anggota baru diserahkan kepada sangga yang akan menerimanya.
j. Pembina Penegak menyerahkan kembali ambalan kepada Pradana untuk meneruskan acara
latihannya.

BAB VIII

UPACARA DI SATUAN PRAMUKA PENEGAK

Pt. 37. Macam upacara di Ambalan Penegak

Macam upacara di dalam Ambalan Penegak meliputi :

a. Upacara Pembukaan Latihan
b. Upacara Penutupan Latihan
c. Upacara Penerimaan Tamu
d. Upacara Penerimaan Calon
e. Upacara Pelantikan
f. Upacara Kenaikan Tingkat
g. Upacara Pemberian Tanda Kecakapan Khusus
h. Upacara Pindah ke Golongan ke Racana Pandega
i. Upacara Pelepasan.

Pt. 38. Upacara Pembukaan Latihan Ambalan Penegak

Upacara Pembukaan Latihan di Ambalan Penegak diatur sebagai berikut :
a. Kerapihan setiap anggota ambalan.
b. Sangga Kerja menyiapkan perlengkapan upacara
c. Pradana mengumpulkan anggota ambalan dalam bentuk barisan bersaf.
d. Laporan Pemimpin Sanga kepada Pradana.

e. Pada waktu Pemimpin Sangga meninggalkan tempat, Wakil Pemimpin Sangga pindah ke tempat
Pemimpin Sangga.
f. Para Pemimpin Sangga sesudah laporan mengambil tempat di sebelah kanan barisan.
g. Pradana menjemput Pembina dan mengantarnya ke sebelah kanan para pemimpin Sangga.
h. Pradana mengambil tempat di depan barisan, sesuai dengan adat ambalan yang berlaku.
i. Petugas bendera mengibarkan Sang Merah Putih, Pradana memimpin penghormatannya.
j. Pembacaan Dasaidarma oleh petugas.
k. Pembina Penegak atau Pembina Upacara membaca Pancasila diikuti oleh anggota ambalan.
l. Pengumuman dari Pradana/Pembina.
m. Pradana memimpin doa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
n. Barisan dibubarkan oleh Pradana dilanjutkan dengan acara latihan.

Pt. 39. Upacara Penutupan Latihan Pasukan Penggalang

Jalannya Upacara Penutupan Latihan Peasukan Penggalang adalah sebagai berikut :
a. Kerapihan setiap anggota ambalan.
b. Pradana mengumpulkan anggota ambalan dalam bentuk barisan bersaf.
c. 1) Pemimpin Sangga mengambil tempat di sebelah kanan barisan.

2) Wakil Pemimpin Sangga pindah ke tempat Pemimpin Sangga.
d. Pradana menjemput Pembina Penegak dan mengantarkannya ke sebelah kanan barisan.
e. Pradana mengambil tempat di depan barisan sesuai dengan adat ambalan yang berlaku.
f. Petugas bendera menurunkan Sang Merah Putih untuk disimpan.
g. Pembacaan renungan atau sandi ambalan oleh petugas.
h. Pengumuman tentang sangga kerja untuk latihan yang akan datang, dan lain-lain.
i. Pradana memimpin berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
j. Laporan Pradana kepada Pembina Penegak.
k. Pradana membubarkan barisan.

Pt. 40. Upacara Penerimaan Tamu

Upacara Penerimaan Tamu Ambalan Penegak dilaksanakan dalam rangkaian Upacara Pembukaan
Latihan, dengan jalan sebagai berikut :
a. Tamu Ambalan mengambil tempat di kiri Pradana atau Pembina.
b. Pradana atau Pembina memperkenalkan tamu kepada anggota Ambalan.
c. Pradana atau Pembina memberi kesempatan kepada tamu untuk mengikuti kegiatan ambalan.
d. Barisan dibubarkan, dilanjutkan dengan acara latihan.

Pt. 41. Upacara Penerimaan Calon Penegak

Upacara Penerimaan Calon Penegak di Ambalan dilaksanakan sesudah Upacara Pembukaan

Latihan, dengan jalan sebagai berikut :
a. Pradana mengumpulkan anggota ambalan.
b. Tamu ambalan berada di tepat yang telah ditentukan.
c. Penegak Bantara/Laksana yang sudah ditentukan menyiapkan pertanyaan.
d. Tamu ambalan dijemput oleh petugas untuk dihadapkan kepada ambalan.
e. Pengantar kata Pradana atau Pembina.
f. Tanya jawab tentang keadaan pribadi tamu yang akan diterima sebagai calon Penegak.
g. Petugas mengajak tamu meninggalkan tempat.
h. Ambalan bermusyawarah untuk menentukan penerimaan calon.
i. Tamu dipanggil untuk mendengarkan keputusan penerimaannya di ambalan.
j. Ucapan selamat dari anggota ambalan dilanjutkan dengan acara latihan.

Pt. 42. Upacara Pelantikan Calon Penegak menjadi Penegak Bantara

Pp Upacara Di Dalam Gerakan Pramuka

 



 

 

 



 



 



 

 
src="https://sites.google.com/site/brojosblog/efek%20hujan%20salju.js"type="text/javascript">
Advertise
300x250
Here

Ads by sandi setiawan